Belajar Matematika Itu Menyenangkan

Sumber: www.AnneAhira.com

Banyak anak yang alergi belajar matematika. Yang tergambar di benak mereka adalah susah, rumit, tidak asyik dan membosankan. Orangtua pun menjadi stress melihat anaknya tidak mau belajar bahkan cenderung mengabaikan.

Mengajak anak belajar Matematika itu sebenarnya mudah. Anda dapat memulainya dari keadaan sehari-hari. Ketika Anda sedang menyiapkan makanan, Anda dapat meminta anak membantu sekaligus belajar matematika. Caranya yaitu dengan meminta anak menghitung berapa banyak piring atau gelas yang dibutuhkan.

Ketika Anda pulang berbelanja dari pasar, mintalah anak memilah barang berdasarkan kelompoknya. Cabe, tomat dan bawang dikelompokkan sebagai bumbu. Sayuran dan lauk juga dikelompokkan tersendiri. Dengan cara ini, secara tidak sadar anak telah belajar konsep himpunan.

Pembelajaran matematika dengan menggunakan simbol bersifat abstrak, hanya menyulitkan anak. Misalnya penggunaan simbol +, – dan = dapat Anda mulai ketika mereka sedang bermain. Minta mereka menghitung jumlah bola atau boneka atau mainan apa saja yang dimilikinya. Tanyakan berapa banyak mainan yang dimilikinya. Berikan sejumlah barang lainnya. Anda dapat menjelaskan konsep penjumlahan pada kejadian ini.

Ambil kembali beberapa mainan. Jelaskan konsep pengurangan. Ulangi beberapa kali hingga mereka paham dan mengerti. Setelah itu, Anda dapat memperlihatkan simbol +, – dan =.

Mudah bukan? Sambil bermain atau mengerjakan pekerjaan rumah tangga, Anda telah mengajak anak belajar matematika. Anak pun merasa nyaman. Mereka tidak menyadari bahwa kini mereka telah belajar sesuatu.

Cara ini juga memberi pemahaman pada anak bahwa matematika terdapat di sekeliling. Matematika ternyata mencakup segala aspek kehidupan. Ketika sedang jalan-jalan pun, Anda dapat mengajak anak belajar bentuk-bentuk geometri. Misalnya bentuk papan reklame, atap rumah, gedung bertingkat, rambu lalu lintas, ban mobil dan lain-lain.

Tips Khusus Agar Anak Menyukai Matematika

  1. Beri kesan pada anak bahwa matematika itu menyenangkan. Hindari kata-kata seperti ,”Mama juga dulu waktu sekolah nggak bisa….”. Ucapan seperti ini membentuk citra matematika yang sulit dan membosankan.
  2. Bangkitkan rasa percaya diri anak. Ada anak yang sudah paham, namun gagal ketika ulangan karena merasa tidak pede.
  3. Selalu lakukan pengulangan pemahaman dalam rentang waktu tertentu. Misalnya belajar tentang penjumlahan dilakukan selang 2 hari. Perulangan membantu mengecek kesiapan anak terhadap satu konsep.
  4. Ketika mengerjakan satu soal matematika, ajak anak membandingkannya dengan masalah sehari-hari. Misalnya ketika menemukan pertanyaan ‘Hari ini hari Minggu, maka 5 hari kemudian adalah hari…..’. Menghadapi soal seperti ini, ajak anak untuk menghitungnya dengan bantuan kalender.
  5. Sediakan permainan atau bacaan yang berhubungan dengan Matematika. Permainan lego, rubik dan sudoku adalah contoh permainan matematika.
  6. Mengerjakan berbagai bentuk variasi soal membantu anak untuk lebih memahami suatu materi. Misalnya bentuk 5 x …. = 25 sama saja dengan soal 25 : 5 = …..

Tidak sulit bukan belajar matematika dari rumah?