SMP N 4 Pakem Peduli Merapi

Aktifitas gunung teraktif dunia MERAPI sejak oktober 2010 membuat teman, orangtua, family kita yang hidup dilerengnya meningkatkan kewaspadaan. Ketika malam tiba, tidurpun menjadi tak nyenyak, ketika siang kerja pun tak tenang,bayang-bayang wedus gembel menghantui setiap saat. Tanggal 25 Oktober 2010 MERAPI sudah sampai pada tahap awas, maka mulai saat itu saudara kita dalam radiaus 10km dari puncak merapi sudah harus meninggalkan tempat peristirahatnya menuju sebuah tempat yang sungguh tak diingginkan namun dibutuhkan, yakni BARAK. Tangal 26 Oktober 2010, pukul 17.32, selama 33 menit apa yang mereka takutkan akhir datang dengan tidak disambut karena cuaca dan saat yang sudah gelap. Tiga puluh delapan saudara kita kalah berlari dengan kencangnya wedus gembel hingga 200km/jam dalam sprint 7,5km. Simbah yang sungguh kita hormati Mbah Marijan harus meninggalkan kita unutk menghadapi merapi tanpa informasi atau pentujuk dari beliau. Selamat jalan mbah, Ketulusanmu, kesederhanaanmu, dan Kesetianmu kami yakin mampu menjadi kendaraanmu menghadap sang kholik untuk menerima hadiah Sorga yang sudah dijanjikan. Kami yang ditinggal akan berbagi dengan saudara kami yang harus hidup di Barak untuk beberapa saat. Kami hanya bisa menghimbau kepada anak-anak kami, orangtua dari anak-anak kami untuk berbagi.

Alhamudilah kami telah mengumpulkan makanan cepat saji (mie Instan, Susu, gula, Teh)hingga mencapai 2mobil kijang, serta uang 4.050.500 rupiah. Kepada anak-anak kami yang harus mengungsi terimalah empati dan tanda cinta kami, mudah-mudah dapat meringankan bebanMU, kalian tidak sendiri kami selalu ada dalam keadaan apapun juga.